Wisata Nasionalisme di Jakarta

Wisata Nasionalisme di Jakarta

By |2017-06-22T08:35:37+00:00Juni 22nd, 2017|Wisata|0 Comments

BloggerJakarta – Sebagai sebuah Ibukota Negara, Kota Jakarta merupakan kota yang memiliki banyak sekali tempat-tempat bersejarah dan keren untuk dikunjungi, salah satunya adalah museum-museum yang menyimpan begitu banyak kisah perjuangan rakyat Indonesia dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang pendiri bangsa ini yaitu Ir. Soekarno pada pidatonya di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1966 yaitu “Jas Merah!” yang memiliki arti jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

Tepat saja, bahwa Bangsa yang besar adalah Bangsa yang mengingat jasa para pahlawannya. Dan dijaman modern seperti ini, museum berperan penting dalam menjaga dan mengedukasi kisah perjalanan Bangsa Indonesia mulai dari perjuangan di masa penjajahan hingga kemerdekaan. Agar para generasi muda dapat lebih bersemangat dalam hal berkontribusi demi kemajuan Bangsa dan Negara.

Berikut ini adalah museum-museum di Jakarta yang dapat mengingatkan kita bagaimana perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Museum Keprajuritan

Museum Keprajuritan TMII

Museum Keprajuritan TMII (Sumber : https://www.instagram.com/rizdhani/)

Museum Keprajuritan merupakan salah satu museum dengan tema nasionalisme. Museum ini buka dari jam 09.00 16.00 WIB dan terletak dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Di museum ini, dipamerkan berbagai diorama berbagai kisah peperangan dalam masa perlawanan kepada penjajah sejak abad ke-7 sampai abad ke-19.

Serta terdapat begitu banyak fragmen patung-patung pejuang, baju perang, serta tiruan senjata tradisional dari setiap suku di Indonesia.

Bangunan kokoh berbentuk segi lima yang dikelilingi air ini menggambarkan sebuah benteng pertahanan yang menggambarkan doktrin Wawasan Nusantara dimana Bangsa Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terdiri dari berbagaimacam suku Bangsa.

Dan misi dari museum yang diresmikan pada tanggal 5 Juli 1987 oleh Presiden Soeharto adalah, untuk melestarikan bukti-bukti serta rekaman sejarah perjuangan Bangsa Indonesia pada masa perjuangan Kemerdekaan.

 

Museum Satria Mandala

Pesawat Skyhawk di Musem Satria Mandala Jakarta

Pesawat Skyhawk di Musem Satria Mandala Jakarta (Sumber : .instagram.com/indraloebis/)

Museum Satria Mandala merupakan museum yang berisi tentang sejarah perjalanan perjuangan TNI dan Militer Indonesia. Museum ini terletak di jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Sama seperti Museum Keprajuritan, museum ini pun diresmikan pada tahun 1972 oleh Presiden Soeharto.

Pada museum ini, dapat ditemukan berbagai macam koleksi peralatan tempur Tentara Nasional Indonesia dari masa lampau hingga modern seperti koleksi senjata, meriam tempur, torpedo, peluru kendali bahkan helikopter dan pesawat terbang.

Selain itu juga, di musem ini dapat ditemukan berbagai benda-benda sejarah  lainnya yang berkaitan dengan Tentara Nasional Indonesia seperti berbagaimacam koleksi senjata berat maupun senjata ringan, atribut-atribut ketentaraan, panji-panji serta lambang-lambang di lingkungan TNI.

Dan salah satu yang menjadi keunikan museum ini adalah dipamerkannya tandu yang dipergunakan untuk mengusung Panglima Besar Jenderal Soedirman saat bergerilya dalam keadaan sakit untuk melawan tentara Belanda sekitar tahun 1940.

Serta di museum ini juga terdapat diorama TNI bersama-sama dengan rakyat dalam menumpas pemberontakan kelompok separatis DI/TII.

Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR. A.H. Nasution

Museum Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Jakarta Diorama Pasukan Cakrabirawa

Museum Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Jakarta Diorama Pasukan Cakrabirawa (Sumber : Rieska Dian Tiara)

Museum ini merupakan museum salah satu pahlawan nasional yaitu Jenderal Besar DR. A.H. Nasution. Museum ini terletak di Jalan Teuku Umar No.38 Jakarta Pusat dimana museum ini semula merupakan kediaman pribadi dari Pak Nasution yang sejak direnovasi pada tanggal 29 Juli 2008 akhirnya rumah ini berubah fungsi menjadi museum. Dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 3 Desember 2008 bertepatan dengan hari lahir Jenderal Nasution.

Jika Anda mengunjungi museum ini, seketika akan mengingatkan pada peristiwa berdarah pada tanggal 1 Oktober 1965. Dimana pada saat itu terjadi peristiwa dramatis yang hampir merenggut nyawa Jenderal besar A.H Nasution. Peristiwa dimana pasukan Cakrabirawa G-30S/PKI berusaha untuk menculik dan membunuhnya namun upaya itu ternyata gagal.  Namun pada peristiwa tersebut putri kedua Jenderal Nasution dan ajudannya yakni Kapten Anumerta Pierre Tendean gugur.

Museum ini merupakan prasasti hidup bagi kehidupan Jenderal Besar A.H Nasution beserta keluarga. Didalam museum ini kita bisa menemukan berbagai macam barang peninggalan Jendral Nasution beserta diorama-diorama peristiwa 1 Oktober 1965.

Monumen Pancasila Sakti

Monumen Pancasila Sakti Jakarta

Monumen Pancasila Sakti Jakarta (Sumber :Dwi Luhur)

Monumen ini dibangun atas gagasan Presiden Soeharto dengan tujuan untuk mengingat perjuangan para pahlawan  yang telah berjuang dalam mempertahankan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Pancasila dari ancaman ideologi Komunis.

Monumen ini terletak di Jalan Pancasila Sakit RT 004/012, Lubang Buaya, Cipayung Kota Jakarta Timur. Di momunem ini para pengunjung dapat menemui berbagai tempat-tempat bersejarah dalam peristiwa G-30S/PKI diantaranya adalah Museum Penghianatan PKI, Sumur Maut, Rumah Penyiksaan, Pos Komando, Dapur Umum dan Museum Paseban, Ruang Relik serta Ruang Teater yang memutar rekaman bersejarah pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi yang di makamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Nah demikian adalah tempat-tempat yang dapat kamu kunjungi di Jakarta untuk dapat mengetahui tentang sejarah perjuangan para pahlawan untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Sudah menjadi tugas serta tanggung jawab para generasi muda untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar mampu menjadi Bangsa yang besar sesuai cita-cita para pendiri Bangsa ini.

 

About the Author:

Running Enthusiast | Web Developer | Love to code, code to love.