Menengok Cerita dan Sejarah Patung Pancoran

Menengok Cerita dan Sejarah Patung Pancoran

By |2018-02-01T19:22:32+00:00Februari 2nd, 2018|Pendidikan|0 Comments

Jika kamu warga Jakarta dan sekitarnya, maka tak asing lagi dengan Patung Pancoran. Patung yang berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan ini sebenarnya bernama “Patung Dirgantara”. Namun kita lebih mengenalnya dengan Patung Pancoran.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Hubertus Sadiri, ahli konservatori dari Balai Konservasi Dinas Pariwisata, “Nama aslinya adalah patung Dirgantara”.

Patung Pancoan dibuat oleh pematung asal Indonesia bernama Edhi Sunarso pada tahun 1964-1965, pada masa kepemimpinan Bung Karno. Tujuan dibuatnya patung ini adalah untuk menunjukkan kekuatan, kepemimpinan dan kemegahan Indonesia di udara.

Banyak sekali mitos yang beredar mengenai patung pancoran ini, di antaranya pada ujung jari patung tersebut menunjuk lokasi kekayaan rahasia milik Bung Karno, Presiden pertama Indonesia. Selain itu juga terdapat mitos bahwa ujung jari tersebut mengarah ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Selain kedua mitos tersebut, masih banyak mitos mengenai patung buatan Edhi Sunarso ini.

Model Patung Pancoran tersebut diperagakan oleh Bung Karno, namun untuk wajahnya adalah Edhi Sunarso. Patung buatan Edhi Sunarso ini dibuat dengan barang-barang yang terbuat dari perunggu. Menariknya adalah masih belum diketahui oleh masyarakat Jakarta dan Indonesia adalah, ternyata patung ini pengerjaannya belum selesai. Memang, jika dilihat dari kejauhan maka patung ini sudah rampung. Akan tetapi jika dilihat dari jarak dekat, maka akan terlihat berbagai tambalan las penyambung satu bagian ke bagian lain.

Patung Pancoran

Patung Pancoran (Patung Dirgantara) via: sidomi.com

Oh ya selain belum selesai, patung pancoran ini ternyata juga belum diresmikan oleh pemerintah Indonesia. Nah, sekarang kamu paham kan mengenai cerita patung pancoran?

Selain patung pancoran, masih banyak patung-patung di Jakarta dengan cerita menarik dan masih belum diketahui banyak orang. Semoga di postingan mendatang, saya bisa membahasnya, ya.

About the Author:

FULL TIME NETIZEN | Member of Setara Network & rajin menulis di Setara.net