#RinTrivia : Kota ku Lebih Tua Dibanding Aku Yang Sok Tahu

#RinTrivia : Kota ku Lebih Tua Dibanding Aku Yang Sok Tahu

By |2018-04-07T23:32:40+00:00April 7th, 2018|Wisata|0 Comments

Halo! Hari yang nggak mendung, tapi capek karena tadi Rin abis nunggu di depan Perpusnas kurang lebih dua jam. Nah, sekarang Rin udah duduk dengan sangat manis di lantai 21 Perpustakaan Nasional.

Aku mau cerita tentang beberapa hari lalu pas sama temenku ke kota. Ah… Jalan pertama sama si ‘dia’ ke sini seru banget, kita berdua berterima kasih sama kakak-kakak kelas 12 yang USBN jadi kami yang kelas 10-11 bisa libur, yey!

Aku Rin E Reichan, anak SMA Jakarta yang tahun ini jadi blogger berdasarkan keputusan sepihak.

Tapi tau nggak? Aku suka Jakarta yang katanya, “KOTA SERIBU BUDAYA.”

Aku nggak membantah itu sih, di Jakarta itu emang banyak yang berbeda kultur dan budaya yang mereka bawa. Kali ini aku jalan ke… penasaran? Nggak usah penasaran, aku pergi nggak jauh banget dari rumah.

Cuma ke Kota Tua, Museum Wayang sama Fatahillah. Aku pake transjakarta kalo jalan kemana-mana, kenapa? Karena moda transportasi ini enak buat aktivitas sehari-hari.

Kalo jalan-jalan kan banyak shelter bus transjakarta, pertama aku bakal ke shelter bus Pondok Pinang. Terus aku transit di Bundaran Senayan kemarin, harusnya aku sama Dilanku turun di Masjid Agung, pas dia udah turun aku belum haha. Terus, aku sama Dilan naik Blok-M – Kota, koridor 1.

Fyi, biasanya kalo koridor ini tuh rame. Yang sering rame aku liat itu Koridor 1 Blok-M – Kota sama Harmoni – PGC 1 hehe, karena aku seringnya naik itu.

Terus, kalian juga harus tau, Transjakarta tuh modelnya ada banyak. Ada yang biru semua, putih – biru, sama oranye, sama pink khusus wanita. Aku paling suka model transjakarta yang pokoknya bangkunya itu sebaris 4 kursi, horizontal.

Kenapa? Kesempatan duduknya aku liat lebih besar dibanding yang lain. Terus, kalo udah sampe di Shelter Busway Kota, aku lebih milih jalan, karena deket, Rin nggak membantah.

Apa aja sih yang bisa kita temuin di Kota Tua? Bisa jadi kita nemu doi! Wkwk, nggak deh… kota tua ini punya nilai artistik yang menurut aku yah… instagenik kalo buat foto.

Ini salah satu wisata yang murah meriah di kawasan DKI Jakarta. Biasanya gua kalo kesitu sama temen, kadang kalo emang lagi gabut kesitu sendiri. Kesana sendiri, biasanya aku lagi nggak ada kegiatan seperti les atau seminar, atau sehabis aku Car Free Day  di Bundaran HI, disana rame loh gengs dan lebih seru lagi kalo kita kunjungin Kota Tua malam.

Kalian tau film Dubsmash yang shooting di Kota Tua kan? Itu waktu malem, nggak bohong sih keren banget. Aku ke Kota Tua malem itu pas abis Bukber sama temen-temen di Blok-M, nah kita ke Kota Tua, karena waktu itu kita sama-sama bayar hutang, hehe.

Kota itu luasnya sekitar 1.3 KM, menurut kakak wikipedia ya, aku kalo ke kota Tua nggak pernah bawa pita meteran soalnya, hehe. Aku sewa sepeda pas kesana siang-siang sama seorang teman yang mengaku diberi nama Dilan dari orang tuanya, hehe serius aku.

Sumpah, aku rekomendasikan ini untuk pelajar kantong kering yang mau pinter, kaya aku. Aku pernah ke Kota Tua pagi, dan siangnya Lee Dong Wook kesana, aku rada kesel sih, cuma ya sudahlah, Lee Dong Wook sudah punya Suzy, aku bisa apa?

Bisa jalan-jalan ke Kota Tua gratis! Kalo mau sewa sepeda, waktu kemaren sama seorang Dilan 20k aja kok, murah kan?

Adalagi yang menarik perhatian aku kalo ke Kota Tua. Yap, manusia patung, kata aku itu unik banget sih. Mereka secara suka rela jadi kaya manekin orang berpengaruh di Indonesia.

Kadang aku suka foto-foto, yang aku heran, apa mereka nggak capek ya? Hmm… megah parah sih Kota Tua. Oiya ada juga,  Oke, kita beralih ke Museum Fatahillah atau yang biasa disebut Museum Sejarah Jakarta.

Aku keliling museum ini dari penjara bawah tanah, sampe atas, aku serius. Ada dua lantai disitu. #RinTrivia juga dapetin hal unik nan instagenik, buat yang suka Mirror selfie, ada di lantai dua cermin segede gaban yang bisa dipuasin tuh buat foto-foto. Kalian kalo kepo sama setiap detail Jakarta, bisa disini yah. Tau nggak? Rin bisa liat seluruh kota tua dari atas.

Oiya mau bilang juga, kalo kesini lebih baik pake kendaraan umum, dibandingkan kendaraan pribadi, biar nggak macet. Kadang kalo kesini aku suka liat banyak yang masuk jalur bus Transjakarta.

Meskipun emang Transjakarta itu maksimal kecepatannya 50km/jam tapi jangan sampai ‘lah kita merebut hak pengguna transjakarta. Mau nggak macet? Ayo naik transportasi umum! Oiya, naik Transjakarta itu juga bisa ngerasain galau dan feel-feel yang nggak akan terlupa.

Seperti waktu itu aku lagi duduk dan disebelahku ada ibu-ibu bawa anak 5 bulanan. Lucu, anak kecil itu pakaiannya unik, aku sempet ngobrol sama Ibunya.

Kehidupan sosial kita jadi terasah disitu. Selain itu serunya saat kita nawarin tempat duduk di bus transjakarta yang diprioritaskan. Aku pernah duduk di samping orang yang tunawicara, jadi dia bicara pake isyarat.

Aku ngerti nggak ngerti sebenernya, tapi aku disitu jadi belajar bahasa Isyarat. Makanya itu, aku lebih suka dengan naik transportasi umum.

Quotes of Session : Tuhan memberikan rahmat untuk kita belajar; mengerti kehidupan apa yang terjadi di antara kita – Rin E Reichan dari SMA Negeri 29 Jakarta, Jakarta Selatan

ps: untuk foto yang lebih banyak ada di blog aku, My Reichan, tapi aku nggak menyarankan liat fotonya, karena yang potret amatir.

 

See ya di #RinTrivia berikutnya di blog aku!

About the Author:

Mira Heriyana, penulis 16 buku yang belum terbit semua, menjadi blogger berdasarkan keputusan sepihaknya dengan nama pena MiraPraher dan Rin E Reichan. Masih sekolah di SMA Negeri 29 Jakarta, sebagai anak kelas 11 yang dikenal dengan pramuka dan olimpiade ekonomi yang gagal. Hobinya jalan-jalan naik transjakarta, paling suka kalo sampe transit koridor. Doi? Punya, tepatnya 2 mantan gebetan, orang abis putus, ya kali doi, angkot depan sekolah kali doi mah. Satu mantan gebetan di planet seberang kalau naik kereta harus bayar 7000, satu lagi mau kuliah di Jerman.