Ridesharing, sebuah Inovasi Terbaru sebagai Solusi Mengatasi Kemacetan di Ibukota Jakarta!

Ridesharing, sebuah Inovasi Terbaru sebagai Solusi Mengatasi Kemacetan di Ibukota Jakarta!

By |2018-01-13T16:31:37+00:00Januari 13th, 2018|Teknologi|0 Comments

BLOGGERJAKARTA.COM – Kemacetan di ibukota Jakarta merupakan salah satu permasalahan yang hingga saat ini masih menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta. Salah satu Perusahaan yang bergelut pada transportasi online yakni uber menjelaskan beberapa Fakta unik dan menarik akan kemacetan yang tiap harinya terjadi di Jakarta.

Hasil Survey yang dilakukan oleh Pihak Uber menghasilkan bahwa pengguna kendaraan roda empat telah menghabiskan waktu rata-rata 90 menit setiap harinya. Sebanyak 74% responden di Jakarta juga telah melewatkan saat harusnya menghadiri sebuah acara penting akibat berkutat dengan kemacetan yang terjadi.

Hasil Survei yang juga dilakukan oleh pihak Uber pada Juli hingga Agustus 2017 lalu terhadap 9000 Responden berumur antara 18 hingga 65 tahun di 9 Kota besar Se-Asia ini menjelaskan ternyata banyak Fakta Menarik terkait Mobilitas Masyarakat Urban di Kota Besar yang cenderung semakin hari semakin meningkat drastis sepanjang waktu.

Ridesharing itu Apa sih? dan Seperti Apa konsep teknologinya? coba Jelaskan!

Penerapan Inovasi Ridesharing di Jakarta

Images: Dailysosial.id

Sebelum adanya Ridesharing kita mengenal CarPooling atau tebengan rame-rame untuk menghemat biaya transportasi bagi penumpang dan menghemat biaya BBM serta biaya perawatan bagi pemilik kendaraan. Contoh Carpooling adalah mobil-mobil pribadi yang biasa ngompreng di jalan tol jagorawi untuk mengangkut penumpang yang satu arah. mobil-mobil pribadi ini menyediakan tebengan karena penumpang urunan untuk membayar bensin dan tol.

Realtime Ridesharing (juga dikenal sebagai Ridesharing Instant, Ridesharing Dinamis, Ridesharing Ad-Hoc, Ridesharing On-Demand, dan Carpooling Dinamis) adalah layanan yang mengatur pemakaian bersama sebuah kendaraan dalam waktu sangat singkat.

Konsep dari Inovasi Ridesharing ini umumnya Memanfaatkan three Kemajuan Teknologi Baru seperti dibawah ini!

  1. Perangkat Navigasi GPS untuk menentukan rute pengemudi dan mengatur perjalanan bersama.
  2. Smartphone bagi wisatawan untuk meminta tumpangan dari mana pun mereka berada.
  3. Jaringan sosial untuk membangun kepercayaan dan akuntabilitas antara pengemudi dan penumpang.

Unsur-unsur ini dikoordinasikan melalui layanan jaringan, yang seketika dapat menangani pembayaran kepada pengemudi dan mengatur pemakaian secara optimal.

Seperti Carpooling, Realtime ridesharing dipromosikan sebagai cara agar manusia bisa memanfaatkan kursi kosong di sebagian besar mobil penumpang, sehingga menurunkan penggunaan bahan bakar dan biaya transportasi. Hal ini dapat melayani daerah yang tidak tercakup oleh sistem angkutan umum dan bertindak sebagai layanan pengumpan transit. Ridesharing juga mampu melayani perjalanan satu kali, tidak hanya perjalanan bolak-balik berulang atau perjalanan yang telah dijadwalkan.

Inovasi Ridesharing untuk Mengatasi Kemacetan di Jakarta

Images: EduNews.id

Beraktifitas menggunakan Kendaraan Pribadi ternyata tak senyaman yang dirasakan saat terjebak kemacetan. Sebanyak 84% pemilik kendaraan roda empat di jakarta menuturkan bahwa mereka sangat kerepotan akan memiliki mobil ialah banyak sekali waktu yang terbuang sia-sia akibat macet.

Bukan hanya itu, sebanyak 60% Responden juga menuturkan bawah mereka sangat kesulitan menemukan lahan atau tempat parkir untuk mobil mereka dan sebanyak 84% lainnya mengeluhkan terkait biaya parkir yang cukup mahal.

BACA JUGA :

Boston Consulting Group Indonesia (BCG), mengkaji potensi manfaat ridesharing bagi mobilitas urban. Temuan dari riset information transportasi yang dilakukan oleh the Boston Consulting institution menunjukkan kalau ridesharing menurunkan 60% jumlah mobil dari jalanan. Hampir 2,5 juta kendaraan di Jakarta bisa dikurangi yang berpotensi dapat mengurangi angka kemacetan dan kebutuhan lahan parkir yang semakin besar. Atau pada angka tersebut, Ibukota Jakarta bisa mengalihkan Area sekitar 14.600 lapangan sepakbola yang bisa digunakan sebagai lahan parkir.

Kampanye yang dilakukan ini berguna mempopulerkan budaya Ridesharing dan membebaskan kota-kota besar di Asia, termasuk Ibukota Jakarta dari kemacetan oleh Uber dikemas dengan tema #UnlockingCities. Pada acara peluncuran kampanye ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno memberi sambutan sebagai bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap inovasi untuk mengatasi masalah kemacetan Ibu Kota.

Inovasi Ridesharing untuk Mengatasi Kemacetan di Jakarta

Images: NetralNews.com

Seperti dilansir melalui laman Resmi Smartcity.jakarta.go.id dan NetralNews pada Jakarta, Rabu (1/11/2017), Wakil Gubernur baru DKI Jakarta menjelaskan bahwa “Kami tadi sepakat dilakukan records sharing, ke depan kebijakan Pemprov berbasis statistics, smart metropolis jadi agregator kita pastikan records ini diolah dengan baik dan dianalisis untuk kebijakan berkaitan lalu lintas dan kebijakan lain,” tuturnya Wakil Gubenur baru Jakarta, Sandiaga Uno saat menghadiri acara #UnlockingCities di Gedung Djakarta Theater.

Lalu bagaimana dengan Masa Depan Inovasi Ridesharing di Indonesia terutama Ibukota Jakarta?

Inovasi Ridesharing di Jakarta

Images: Smartcity.jakarta.go.id

Melihat kondisi seperti sekarang ini, rasanya agak sulit menebak masa depan industri Ridesharing di Indonesia terutama Ibukota Jakarta, jawabannya hanya ada 2, Tutup usaha atau lanjut dengan susah payah. Tanpa adanya regulasi yang mendukung dan adanya penolakan dari berbagai pihak, membuat pemain industri experience-sharing tak memiliki perlindungan yang kuat untuk layanannya secara hukum. Jika kejadian Uber di Prancis terulang di Indonesia, bukan tak mungkin akan ada salah satu layanan yang tumbang.

Sudah saatnya pemerintah Indonesia mulai mencanangkan aturan layanan Ridesharing di Indonesia terutama di Jakarta. Fungsinya bukan hanya untuk melindungi secara hukum saja, tetapi juga menjadi jembatan untuk mensinergikan berbagai pihak yang terlibat seperti pemerintah, pemain industrial jasa transportasi lama, dan juga pelaku industri Ridesharing ini.

Jika tak ada aturan apapun, dalam satu atau tiga tahun ke depan, meski para pemain Ridesharing bisa bertahan atau berekspansi, saya rasa hasilnya tidak akan maksimal namun tidak ada salahnya jika inovasi ridesharing ini terus dicoba dan dikembangkan menjadi lebih optimal agar bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan di ibukota jakarta. ya, semoga saja!

About the Author:

Penggemar Tahu Krispi, Doyan banget Soto Ceker, Penikmat Indomie Rebus yang menyukai aktivitas Blogging, Lagi Serius Belajar menjadi SEO Engineer, Komunitas, Jalan-jalan Jauh, dan lagi semangat banget Nabung buat Nikah!