Pelabuhan Sunda Kelapa, Setitik Masa Lampau di Tengah Jakarta yang Modern

Pelabuhan Sunda Kelapa, Setitik Masa Lampau di Tengah Jakarta yang Modern

By |2018-01-24T12:02:39+00:00Januari 23rd, 2018|Wisata|0 Comments

BLOGGERJAKARTA.COM– Jakarta adalah sebuah kota dengan kisah perjalanan yang panjang. Di balik jalanannya yang padat dan gedung-gedungnya yang tinggi menjulang, Jakarta menyimpan sebuah kepingan sejarah yang hingga kini masih bisa kita jumpai dan nikmati.

Perjalanan Jakarta sebagai sebuah kota dimulai dari sebuah pelabuhan bernama Sunda Kelapa. Pelabuhan ini telah ada sejak abad ke-5, sehingga saat ini pelabuhan Sunda Kelapa pun dinobatkan sebagai salah satu pelabuhan tertua yang ada di Indonesia.

Kala itu, pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan yang menghubungkan kerajaan Tarumanagara yang terletak cukup jauh dari laut dengan dunia luar. Berabad-abad selanjutnya, geliat Sunda Kelapa sebagai pelabuhan inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal lahirnya sebuah megapolitan bernama Jakarta.

Pada masa jayanya (sebelum abad ke-19), pelabuhan Sunda Kelapa adalah gerbang perniagaan yang menghubungkan Jakarta (Batavia) dengan wilayah-wilayah lain di pulau Jawa. Banyak kapal-kapal besar bersandar, hingga pemerintah kolonial pun merevitalisasi pelabuhan dengan menambah panjang kanalnya. Namun, geliat ekonomi ini mulai meredup tatkala air di pelabuhan mengalami pendangkalan. Alih-alih memperbaikinya, pemerintah kolonial kala itu memilih untuk membangun pelabuhan baru yang kini kita kenal dengan nama Tanjung Priok.

Baca Juga :

Keberadaan pelabuhan Tanjung Priok mungkin mengurangi geliat aktivitas di pelabuhan Sunda Kelapa, tetapi tidak dengan nilai sejarahnya. Deretan kapal-kapal kayu yang bersandar rapi di tepian kanal adalah saksi bahwa sejak dulu hingga sekarang, pelabuhan Sunda Kelapa masih menjadi pelabuhan tempat perniagaan terjadi. Ada barang-barang dari berbagai pelosok Indonesia yang diangkut dan diturunkan di sini.

Saat ini, selain sebagai pelabuhan, kita juga dapat mengunjungi Sunda Kelapa sebagai objek wisata. Kita bisa berjalan kaki di sepanjang kanalnya, mengamati kotak-kotak kontainer yang tersusun rapi di tepi kanal, ataupun memandang kagum kepada kapal-kapal kayu yang kokoh mengarungi samudera. Atau, jika kita ingin melihat Sunda Kelapa lebih dekat, kita bisa menyewa sebuah perahu yang akan mengantar kita berkeliling di antara kapal-kapal tersebut.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Sunda Kelapa adalah sore hari. Saat matahari mulai meredup, berjalan-jalan di tepi pelabuhan tentu akan terasa lebih nyaman. Namun, jangan lupa untuk membawa masker mengingat tempat ini cukup berdebu.

About the Author: