Monas ICON Ibukota yang Sudah Mendunia

Monas ICON Ibukota yang Sudah Mendunia

By |2018-01-27T08:42:42+00:00Januari 27th, 2018|Wisata|0 Comments

Kata siapa Jakarta cuma terkenal dengan kemacetannya? Kalau kamu masih berfikir seperti itu, berarti kamu perlu mengeksplor Jakarta lebih dalam lagi. Monumen Nasional atau yang sering disebut Monas adalah tugu monumen yang merupakan lambang atas perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Persisnya Monas terletak di Jakarta Pusat.

Monas dibangun 16 tahun setelah Indonesia merdeka tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1961 dan memiliki ketinggian 132 meter. Monas dijadikan tempat wisata dan merupakan salah satu Landmark dari DKI Jakarta yang dibuka untuk umum mulai tanggal 12 Juni 1975.

Tau gak? Berdasarkan sejarah bahwa Arsitektur Monas ini dibangun karena terinspirasi dari Menara Eiffel yang ada di Paris. Yang menarik dari Tugu Monumen Nasional ini adalah Perunggu yang ada dipuncak tugu. Perunggu melambangkan kobaran api sebagai gambaran perjuangan bangsa Indonesia yang tak pernah padam sepanjang masa. Puncak monas terbuat dari perunggu dengan lapisan emas dan memiliki berat 14,5 ton. Tingginya mencapai 4 meter dan diameternya mencapai 6 meter.

Untuk sampai ke Monas kamu bisa menggunakan transportasi TransJakarta dan bisa langsung turun Halte Monas. Bisa juga menggunakan transportasi lain semisal ojek online.

Untuk yang ingin mengunjungi Monas, disarankan jangan dihari Senin ataupun dihari-hari besar lainnya. Hal ini karena pada hari tersebut Monas akan tutup.Monas dibuka pada hari Selasa sampai Jum’at jam 8 Pagi hingga 4 Sore.

Jika kamu ingin mencapai puncak Monas, diharuskan datang pagi-pagi, Karena biasanya tiket pelantaran Puncak masih tersedia. Jangan datang sore hari jika tidak ingin kehabisan tiket untuk ke Puncak Monas dikarenakan tiket sudah habis.

Dimalam hari anda bisa melihat monas dengan suasana yang berbeda. Dengan lampu warna-warni yang menghiasinya secara bergantian. Terdapat juga taman yang bisa anda kunjungi disekitaran modan dan menikmati indahnya suasana malam dimonas.

About the Author: