Metamorfosis Komunitas Blogger Jakarta

Metamorfosis Komunitas Blogger Jakarta

By |2018-01-10T10:18:34+00:00Januari 10th, 2018|Komunitas|2 Comments

BLOGGERJAKARTA.COM – Tak ada yang menyangka Komunitas Blogger Jakarta (KBJ) bisa berkembang sangat pesat, satu komunitas yang di inisiasi jelang buka bersama pada pertengahan Juni 2016 ini mampu bertahan hingga sekarang dengan anggota yang tersebar di Jabodetabek.

metamorfosis kbj

jilldennison.wordpress.com

Komandan Blogger Jakarta

Dua nama yang patut diapresiasi dalam perkembangan Komunitas Blogger Jakarta, ada mas  Halfi Candra sebagai ketua terpilih periode pertama dan mas Ichsan Yudha Pratama selaku ketua blogger Jakarta Periode kedua. Dari kedua nama dalam satu generasi mereka memiliki ide pemikiran dan gagasan kepemimpinan yang berbeda.

Pertama mas HAlfi Candra dikenal publik dengan segala ide yang unik, memiliki strategi selama kepengurusannya. Terkadang apa yang digagas belum tentu langsung diterima, demikian sampai saat ini beliau mampu bertahan dengan segala idealismenya.

Sedangkan Ichsan Yudha Pratama yang menggilai hal-hal yang berkaitan dengan dunia Militer mampu memberikan sebuah warna yang berbeda terhadap organisasi. Beliau lebih menyukai Peranan edukasi dalam memimpin keorganisasian komunitas blogger Jakarta dan bisa merangkul semua anggota untuk terus berkontribusi.

Dua nama, dua kepala menggambarkan dan memiliki pola managemen organisasi yang berbeda, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah karena itu masalah gaya kepemimpinan dalam sebuah organisasi.

Managemen organisasi menjadi salah satu bagian yang cukup menarik dalam sebuah komunitas, bagaimana tidak diusianya yang masih sangat muda tapi komunitas ini mampu berkembang cukup pesat dan bukan hanya dari sisi jumlah anggota semata  akan tetapi lebih jauh dari itu adalah visi dari organisasi.

Tetap Pada Misi Blogger Jakarta

Ingin menjadi bagian dalam proses perubahan kota Jakarta. Dengan tagline dari “dari blogger, oleh blogger, untuk Jakarta” jelas kiranya komunitas yang mayoritas perantau ini ingin memberikan sesuatu yang manis untuk ibukota Indonesia ini.

Kembali ke pembahasan managemen organisasi dimana Komunitas Blogger Jakarta (KBJ) harus mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Banyaknya perbedaan pendapat dan pola pikir antar anggota bukan menjadi alasan.

Justru dengan perbedaan itu diharapkan mampu lebih mendewasakan organisasi. Usia komunitas yang belum genap 2 tahun telah mengalami 3 kali pergantian ketua.

Baca Juga :

Kapasitas Diatas Rata-Rata

Meski usia masih tergolong hijau melihat kompetensi orang-orang didalam organisasi ini sangatlah siap untuk menyongsong 2018. Banyak diantara mereka yang memiliki kemampuan dan kapasitas di atas rata-rata baik dari sisi jurnalisme warga, Search Engine Optimation (SEO), Desain Grafis, IT hingga managemen organisasi.

Tinggal bagaimana sang ketua mampu meracik seluruh anggota agar berjalan diatas rel yang benar, secara sederhana dapat dikatakan mampu mengembangkan kemampuan masing-masing individu.

Tak elok rasanya apabila dikemudian hari ada yang merasa sakit hati atau tersinggung dalam kebijakan yang diterapkan tidak sesuai keinginan. Wajar memang mengingat jumlah anggota yang terdaftar mencapai ratusan dengan anggota siap berkontribusi hampir setengahnya.

Dan hal ini tentu menjadi sebuah PR pengurus agar semua anggota ikut ambang keorganisasian dan berkontribusi dalam kemajuan. Mimpi untuk meng-edukasi, memberi informasi yang baik dan positif untuk organisasi menjadi benang merah dari setiap langkah.

Apa yang dikerjakan dan apa yang diputuskan selalu kembali ke kedua pertanyaan diatas, kalau tidak memberi manfaat untuk Jakarta semua kegiatan itu pasti pupus.

Pribadi yang berintegritas menjadi warna khas dalam Komunitas Blogger Jakarta, hal ini dibuktikan dengan tindakan nyata dan idealisme yang terus melekat pada masing-masing anggota.

Komunitas Blogger Jakarta tak ubahnya kita yang senantiasa berubah ke arah yang lebih baik. Bagaikan kupu-kupu yang ber-metamorfosis dari kepompong hingga menjadi hewan cantik yang banyak dicari.

About the Author: