Mengenal Sejarah Si Pitung, Pahlawan Asli Jakarta Yang Melegenda

Mengenal Sejarah Si Pitung, Pahlawan Asli Jakarta Yang Melegenda

By |2018-05-11T22:43:59+00:00Mei 11th, 2018|Pendidikan|0 Comments

Jakarta tidak hanya dikenal dengan tempat bersejarahnya, tapi juga dikenal dengan sosok pahlawan yang melegenda yaitu si Pitung. Dia adalah pahlawan asli Betawi yang gagah berani melawan Belanda di Jakarta.
Hasil gambar untuk pitungfoto: www.suratkabar.id

Pitung dikenal karena aksinya yang merampok orang-orang kaya Belanda. Hasil rampokan dia kepada rakyat pribumi yang tidak mampu.

Sejarah si Pitung

Tempat kelahiran Si Pitung mempunya 2 versi, yang pertama Si Pitung lahir di Rawa Belong tahun 1874. Yang kedua Pitung diduga lahir di kampung Cikuenang, Tanggerang. Pitung dikenal menjadi sosok yang alim, serta ahli dalam beladiri silat.

Saat masih kecil ayah Pitung ingin menikah lagi. Namun karena ibu Pitung menolak untuk dijadikan istri tua, ibunya memilih untuk bercerai dan mengajak Pitung pergi.

Sejak kecil Pitung sudah banyak mengembara ke berbagai tempat di Jakarta hingga ke daerah Banten. Dia juga pernah memperdalam ilmu agama serta mempelajari berbagai beladiri pada Haji Naipin di Kampung Kemayoran Jakarta pusat.

Salah satu ilmu yang dipelajarinya adalah Rawarontek. Ajian ini mampu menyerap energi lawan-lawannya. Ia juga dikenal memiliki ilmu Pancasona yang berarti ilmu kebal. Dengan ilmu ini tiap kali ia luka akan segera sembuh.

Cerita hidup Si Pitung

Ada banyak cerita hidup Si Pitung menurut masyarakat dan film. Menurut versi Van Till, Pitung adalah seorang penjahat. Awal cerita Pitung berniat menjual kambing di Pasar Tanah Abang milik ayahnya.

Saat sampai disana Pitung dirampok oleh kelompok pencuri. Setelah pulang Pitung bercerita kepada ayahnya bahwa dia telah dirampok. Ayah Pitung pun marah dan menyuruh Pitung untuk mengambil uang yang dirampok. Pitung mencari kelompok pencuri tersebut dan berhasil mengalahkanya.

Setelah mendapatkan uangnya kembali kelompok pencuri itu berniat mengajak Pitung untuk bergabung dengan kelompoknya sebagai pemimpin. Awalnya Pitung menolak ajakan mereka, tapi akhirnya Pitung bergabung dengan kelompok itu.

Setelah Pitung bergabung dengan kelompok pencuri, mereka merencanakan untuk merampok uang milik Haji Saipudin yang terkenal kaya. Pitung dengan kelompoknya merencanakan aksi yang pintar, mereka berniat menyamar sebagai anggota pemerintahan Belanda.

Mereka mengirimkan surat kepada Haji Saipudin bahwa ada kelompok yang ingin mencuri uang miliknya. Dalam surat itu Pitung menyuruh Haji Saipudin untuk menyimpan uang miliknya di kantor pemerintahan Belanda.

Sesuai rencana kemudian Pitung dan kelompoknya menyamar sebagai anggota pemerintah belanda membawa lari uang tersebut. Peristiwa ini membuat Pitung dan kelompoknya menjadi buronan ‘Kompenie’ atau tentara belanda.

Pitung adalah Robinhood-nya Betawi
Rahasia Kekebalan Si Pitungfoto: www.ebookanak.com

Pitung dikenal sebagai perampok, tapi hasil rampokan Si Pitung dibagikan kepada rakyat yang menderita akibat penjajahan Belanda. Berbagai pro dan kontra menyelimuti cerita tersebut.

Si Pitung merupakan simbol pemberontakan orang-orang Betawi yang menderita karena penjajahan Belanda. Lewat Pitung orang Betawi berani menyampaikan bahwa mereka ingin lepas dari belenggu penjajahan

Pitung bukanlah nama orang, tapi sebuah kelompok untuk melawan penjajahan

Pitung bukanlah nama orang, pitung merupakan singkatan dari Pituan Pitulung yang artinya 7 penolong, yang merupakan kelompok perjuangan rakyat. Pitung didirikan oleh Haji Naipin, semua anggota Pitung diajarkan beladiri dan ilmu agama.

Diantara 7 orang tersebut dipilhlah satu orang yang terbaik yang dijadikan sebagai pemimpin, yaitu Radin Muhammad Ali Nitikusuma. Dia merupakan orang yang disayang Haji Naipin karena sejak kecil dia adalah seorang yatim.

Radin Muhammad Ali Nitikusuma merupakan orang yang alim serta mewarisi ilmu silat Haji Naipin. Beliau adalah sosok yang tegas dan berani melawan penjajahan.

Orang kedua dari kelompok Si Pitung adalah Radin Muhammad Roji’ih Nitikusuma. Dia adalah otak strategi dari kelompok Pitung, dia orang yang licin dan sulit ditangkap. Dia biasa dipanggil Ji’ih.

Anggota lain juga tidak kalah hebat dari Muhammad Ali dan Ji’ih. Mereka adalah Abdul Qodir, Abdus Somad, Saman, Rais, Jebul. Para anggota Pitung adalah manusia biasa.

Mereka tidak mempunyai ilmu atau pun jimat. Isu itu merupakan buatan dari penjajahan Belanda. Untuk membuat lemah kelompok pejuang sehingga para penjajah dapat menipu mereka.

About the Author:

baru belajar tentang blogger...