Mengenal Gubernur Jakarta Pertama. Sudah tahukah Anda?

Mengenal Gubernur Jakarta Pertama. Sudah tahukah Anda?

By |2017-08-28T22:00:02+00:00Agustus 28th, 2017|Pendidikan|0 Comments

Jakarta dulu mungkin tidak semodern sekarang. Banyak sekali perkembangan infrastruktur, dimulai dari pembangunan perumahan-perumahan sampai dengan apartemen yang sudah berserakan dimana-mana.

Namun sebagai blogger Jakarta wajib tahu juga kan sejarah kota Jakarta, termasuk tentang pemerintahan Jakarta. Kita bersama di Keluarga Blogger Jakarta tapi tidak tahu sejarah kota Jakarta? Apa kata Mertua? Eh Apa kata Dunia. Hehe

Nah kali ini Feriald coba sharing tentang Gubernur Pertama Kota Jakarta. Pada zaman Jakarta dulu, sebenarnya Jakarta dipimpin oleh pembesar Jepang yang bernama Tokubetsu Sityo. Sedangkan wakilnya itu asli pribumi, yaitu Raden Suwiryo sebagai wakil walikota pertama dan Baginda Dahlan Abdullah sebagai wakil walikota kedua.

Sebagaimana kita tahu pada tanggal 10 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu sesaat setelah bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki. Meskipun beritanya ditutup-tutupi oleh Jepang tetapi inilah awal mula memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Tepat pada tanggal 19 September 1945 terjadi pemindahan kekuasaan dari Jepang kemudian pada tanggal 23 September 1945 Raden Suwiryo dilantik menjadi Walikota Jakarta. Sekaligus menjadi Walikota Jakarta Pertama setelah kemerdekaan Indonesia.

Sekilas tentang beliau, Kelahiran Wonogiri 17 Februari 1903 ini mempunyai nama asli Raden Suwiryo. Pada masa mudanya beliau aktif di Perhimpunan Pemuda Jong Java dan PNI. Namun setelah PNI bubar pada tahun 1931, Suwiryo turut mendirikan Partindo. Pada zaman kependudukan Jepang, Suwiryo aktif di Jawa Hokokai dan Putera.

Sebelum menjadi Wakil Perdana Menteri Indonesia ke-6, Raden Suwiryo merupakan Wakil Walikota Pertama yang dilantik oleh Jepang pada Juli 1945. Selang satu bulan kemudian beliau menjadi Walikota Jakarta.

Beliau juga pernah bekerja di Centraal Kantoor voor de Statistik. Kemudian menjadi guru Perguruan Rakyat dan juga memimpin majalah Kemudi. Pernah juga menjadi pegawai pusat Bowkas “Beringin” di sebuah kantor asuransi. Dan juga menjadi pengusaha obat di Cepu.

Pada tanggal 27 Agustus 1967 beliau wafat tepat pada usia 64 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Meskipun tulisan ini terlalu singkat untuk dibaca tapi perjuangan beliau dari masa penjajahan sampai dengan kemerdekaan harus kita ketahui. Dengan mengetahui sejarah, khususnya kota Jakarta, maka kita semakin bisa merenungi nilai-nilai perjuangan beliau. Sehingga kita menjadi anak muda yang melek sejarah.

Hatur Nuhun

About the Author:

Penyuka dunia literasi, Founder Jomblogger Inside Community, Pemburu Beasiswa,