Latihan Tari Tradisional Gratis di Museum-museum

Latihan Tari Tradisional Gratis di Museum-museum

By |2018-08-27T22:21:30+00:00Agustus 27th, 2018|Komunitas|0 Comments

Melestarikan seni tradisional khususnya seni tari di era globalisasi bukanlah hal mudah. Dominasi budaya asing dengan label “Pop” menekan budaya tradisional hingga nyaris tak lagi dikenal khususnya oleh generasi milenial.

belajar tari tradisional

merahputih.com

Benarkan seni tari tradisional akan punah tergerus perubahan zaman? Kekhawatiran inilah yang melandasi niat Diah Kusumawardani Wijayanti mendirikan Yayasan Belantara Budaya Indonesia (BBI).

Mengajak generasi muda mengenal dan mencintai budaya tradisional Indonesia sejak usia dini. Untuk lebih mendekatkan seni tradisional kepada masyarakat Diah yang akrab disapa ibu yayasan ini menggandeng beberapa museum di Jakarta sebagai tempat latihan menari dan kesenian tradisional lain seperti angklung dan gamelan.

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Dalam proses memperkenalkan seni tradisional sekaligus meramaikan museum. Membangkitkan minat warga mengunjungi museum bukan hal mudah.

Menjadikan museum tak lagi sekadar konstruksi dingin yang menyimpan kisah masa lalu dan membosankan. Namun juga menjadi salah satu situs sejarah yang tak asing bagi warga. Serta menjadi salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Latihan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Siapapun boleh ikut. Bukan hanya anak-anak dan remaja, tapi dewasa pun boleh. Pelatihan diselenggarakan seminggu sekali setiap hari Sabtu dari pukul 9 sampai selesai bertempat di museum Kebangkitan Bangsa dan museum Nasional.

Guru-guru pengajar ajalah penari berpengalalan atau mahasiswa jurusan seni tari. Berbagai tari tradisional Betawi diajarkan dari dasar hingga mahir seperti Tari Ondel-ondel, Yapong, Lenggang Nyai, dan lain-lain.

Tari tradisional daerah lainpun ada seperti Tari Bali (Pendet, Panji Semirang) dan Sumatera (Lenggang P)atah Sembilan, Tor tor).

Terbukti antusiasme peserta mengikuti latihan tak menyusut meski program ini sudah berjalan bertahun-tahun. Bahkan semakin meningkat dengan dibukanya cabang baru di Fx Sudirman.

Latihan rutin terus menerus tanpa pernah pentas tentu akan membosankan. Oleh sebab itu yayasan BBI setiap tahun secara rutin menggelar acara internal untuk memberi kesempatan peserta mementaskan hasil latihannya selama ini. Acara ini diadakan di berbagai gedung kesenian.

Di luar itu beberapa kali anak didik diikutkan pentas di berbagai acara, baik yang diadakan Pemda DKI maupun acara kenegaraan. Seperti yang terakhir ini, yayasan BBI terlibat dalam memeriahkan acara pemecahan rekor MURI menarikan Poco-Poco bersama enam puluh lima ribu peserta lainnya. Acara yang di gelar di sepanjang jalan Sudirman Thamrin mengerahkan seluruh pasukan baik anak-anak maupun dewasa.

 

Event terbaru adalah pentas menyambut Asian Games. Pentas tari tradisional dalam rangkaian gelaran akbar di Jakarta yang bertema “Tunjukkan Indonesiamu”.

 

Beberapa bulan sekali diadakan ujian dengan tujuan mengetahui sejauh mana hasil belajar selama ini serta mendata kemampuan siswa hingga jika dibutuhkan untuk suatu pementasan tari lebih mudah mengetahui siapa saja yang sudah siap dan menguasainya.

Metode pelatihan yang konsisten dan tampil dalam berbagai event berhasil membuat peserta termotivasi untuk rajin berlatih dan mengembangkan diri.

Di masa datang bukan hanya bisa menguasai berbagai jenis tarian, namun peserta dapat menularkan keahlian dan keterampilan menari dilingkungan masing-masing. Sehingga tari tradisional akan selamat dari serbuan budaya asing dan menjadi jati diri bangsa yang tak tergoyahkan.

Generasi penerus bangsa jangan hanya sekadar tahu dan hafal aneka jenis tarian tradisional namun juga bisa menjadi duta bagi kelestarian budaya bangsa.

Eka Murti
IG & Twitter @jagatmaheswari
Sumber Foto: FB Diah Kusumawardani Wijayanti (yayasan Belantara Budaya Indonesia)

About the Author: