Benar Gak Sih Kerak Telor dan Ondel-ondel Khas Jakarta? Yuk, kita simak!

Benar Gak Sih Kerak Telor dan Ondel-ondel Khas Jakarta? Yuk, kita simak!

By |2017-12-15T10:57:05+00:00Juli 31st, 2017|Kuliner, Wisata|0 Comments

Kerak telor. Pasti kalian sudah sering mendengar makanan yang disebut adalah khas Jakarta. Selain itu, adapun kesenian ondel-ondel yang sangat identik dengan budaya betawi dan kota Jakarta. Tapi, benar gak sih kedua objek yang sangat identik dengan betawi itu memang berasal dari kota Jakarta? Coba kita ikuti sejarahnya dari awal kerak telor dan ondel-ondel ini terbentuk hingga bisa sangat identi dengan ibukota Jakarta.

Asal usul Kerak Telor

Kerak Telor

Foto: umiresep.com

Tentunya kamu pernah mecoba makanan khas yang satu ini. Kerak Telor ini biasanya menjadi  makanan yang paling di cari para pengujung Jakarta Fair atau yang lebih kita kenal sekarang PRJ. Karena jarang bahkan sangat susah untuk kita jumpai makanan khas jakarta ini di hari-hari biasa.

Kerak telor merupakan warisan masa lalu. Menurut sejarah Kerak Telor sudah ada pada zaman Belanda menjajah Indonesia pada waktu dulu. Saat itu kota yang bernama Jakarta masih banyak di tumbuhi pohon kelapa . Karena dahulu hasil kelapa sangat melimpah yang membuat Jakarta masa lalu bernama sunda kelapa. Buah kelapa yang  pada saat itu sangat berlimpah sangat di manfaatkan oleh penduduk jakarta untuk membuat aneka masakan.

Jadi, menurutku lebih tepatnya nih makanan lezat satu ini Khas Betawi yah. Kalau Jakarta lebih identik kemodisan dan culture barat daripada Kebudayaan dan Adat Betawi. Gimana nih menurut kalian, gengs?

Asal Usul Ondel-Ondel

Ondel ondel jakarta

Foto: saatchiart.com

Di Pasundan dikenal dengan sebutan Badawang, di Jawa Tengah disebut Barongan Buncis, sedangkan di Bali lebih dikenal dengan nama Barong Landung. Menurut perkiraan jenis pertunjukan itu sudah ada sejak sebelum tersebarnya agama Islam di Pulau Jawa.

Ondel-ondel adalah pertunjukan rakyat yang sudah berabad-abad terdapat di Jakarta dan sekitarnya, yang dewasa ini menjadi wilayah Betawi. Walaupun pertunjukan rakyat semacam itu terdapat pula di beberapa tempat lain seperti di Priangan dikenal dengan sebutan Badawang, di Cirebon disebut Barongan Buncis dan di Bali disebut Barong Landung, tetapi ondel-ondel memiliki karakteristik yang khas. Kesenian Ondel-ondel yang dikenal berada-abad lampau dulunya dimaksudkan untuk mengusir roh jahat. Karena ilmu kedokteran belum semaju sekarang, warga Betawi saat itu lebih mempercayai hal mistis jika ada musibah atau wabah penyakit.

Pengrajin ondel ondel

Foto: aktual.co

Untuk membuat Onde-ondel tak sembarangan orang bisa melakukannya. Sebelum proses pembuatan dimulai, pengrajin Ondel-ondel akan menyediakan aneka sesaji berupa kemenyan, kembang tujuh rupa dan bubur sumsum.

Ritual dilakukan dengan tujuan agar pembuatan Ondel-ondel berjalan lancar. Selain itu, agar roh yang bersemayam di boneka raksasa itu adalah roh baik.

Cara pembuatan Ondel-ondel dengan ritual seperti ini mulai memudar sejak tahun 1980-an. Begitupun arak-arakan boneka raksasa ini mulai jarang terlihat.

Musik pengiring ondel-ondel tidak tertentu, tergantung masing-masing rombongan. Ada yang diiringi Tanjidor, seperti rombongan ondel-ondel pimpinan Gejen, kampung Setu. Ada yang diiringi gendang pencak Betawi seperti rombongan “Beringin Sakti” pimpinan Duloh (alm), sekarang pimpinan Yasin, dari Rawasari.

Adapula yang diiringi Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana Ketimpring, seperti rombongan ondel-ondel pimpinan Lamoh, kalideres.

Kini Ondel-ondel hanya dijadikan penyemarak pesta-pesta rakyat, hajatan perkawinan atau khitanan. Sepasang boneka raksasa betawi ini juga digunakan untuk penyambutan tamu kehormatan, semisal pada peresmian gedung yang baru selesai dibangun.

 

Gimana nih menurut kalian, gengs?

About the Author: