Jakarta Berbenah Perilaku Berkendara Juga Harus Ikut Berbenah

Jakarta Berbenah Perilaku Berkendara Juga Harus Ikut Berbenah

By |2018-02-01T10:26:23+00:00Februari 1st, 2018|Gaya Hidup|0 Comments

BLOGGERJAKARTA.COM – Dengan segala kesibukan nya, Jakarta tak pernah sepi dari deru mesin alat berat infrastruktur, lalu lintas setiap harinya. Tentu, ada harapan bagi warga Jakarta dan pendatang nantinya akan menikmati segala perubahan transportasi yang segera terkoneksi yang mempermudah masyarakat untuk pergi kemanapun.

Menurut penelitian INRIX, Jakarta menduduki peringkat ke-22 dunia atau tepat di bawah Bangkok untuk level Asia. Para pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu total 55 jam terjebak kemacetan selama satu tahun.

Penelitian di atas menegaskan kepada kita semua, perilaku berkendara harus diubah. Pasalnya, Ibu kota Indonesia ini sedang melakukan perubahan disana sini. Apabila tidak melakukan perubahan bagi warganya, yang ada perubahan itu sia-sia belaka, karena perubahan jalan yang ada di jakarta harus selaras dengan perubahan perilaku berkendara bagi warganya.

BACA JUGA :

Setiap pagi, saya berangkat ke kantor pukul 06.00 pagi, banyak pengendara yang masih melawan arus, padahal melawan arus hanya membuat celaka pengendara itu sendiri. Ada juga pengendara yang sambil merokok di tangan kirinya, sambil melaju tanpa bersalah, padahal abu rokoknya sangat berbahaya ketika mengenai pengendara lain nya.

Kemudian ada juga ojeg online yang entah sengaja atau tidak sengaja sambil mengecek handphone atau mengecek alamat customer, mengapa tidak berhenti dulu saja, apakah tidak memikirkan nasib keselamatan pengendara lain nya? Terus ada juga sepasang sejoli ketika berkendara, sambil menyuapi pasangan nya,

hello.. ini Jakarta? Tidak kah anda peduli dengan pengendara lain nya? Nah, yang perlu diingatkan kembali adalah kelengkapan surat harus menjadi prinsip bagi pengendara, disamping itu pula menggunakan helm ketika berkendara harus menjadi gaya hidup.

Itu sekelumit pengalaman yang saya temui di setiap perjalanan pagi selama bekerja dari tahun 2009 hingga 2018 sekarang ini. Tidak ada kemajuan mendasar mengenai perubahan perilaku mengendarai motor, padahal dengan kita berperilaku disiplin itu akan menyelamatkan diri sendiri bahkan pengendara lain nya. Bila tidak, kemajuan ibu kota hanya sekedar memindahkan kemacetan dari satu tempat ke tempat lain nya saja.

BACA JUGA :

PR besar bagi kita selaku pengendara, tidak hanya disiplin berkendara ketika ada petugas, kita harus betul-betul menanamkan ke sanubari, bahwa berkendara yang baik tidak mesti ada petugas saja, tetapi berkendara yang baik itu menjadi sebuah kebutuhan bagi kita semua untuk menjaga keselarasan pembangunan.

Maka perubahan jakarta harus didukung juga perubahan perilaku pengendara. Keselamatan diri sendiri juga akan menyelamatkan orang lain. Berkendaralah yang bijak, sama  saja kita ikut membantu kepolisian dalam menertibkan perilaku berkendara.

About the Author: