Jakarta Adalah Kota yang “Tak Pernah Mati”

Jakarta Adalah Kota yang “Tak Pernah Mati”

By |2017-11-10T14:27:16+00:00November 10th, 2017|Gaya Hidup|4 Comments

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat hingga tahun 2015, jumlah penduduk di Jakarta mencapai 10.177.924 jiwa. Penduduk paling banyak terbanyak di wilayah Jakarta Timur dengan angka 2.843.816 dan penduduk yang paling sedikit terdapat di Kepulauan Seribu dengan jumlah 23.340 jiwa.

Jakarta menjadi tujuan utama bagi masyarakat Indonesia untuk mengadu nasib atau menggapai mimpi. Meskipun kota-kota besar di Indonesia memiliki banyak lowongan kerja, namun Jakarta hingga sekarang tetap menjadi pilihan utama.

Selain menjadi pusat pemerintahan, Jakarta bisa dikatakan sebagai miniaturnya Indonesia. Karena yang tinggal di Jakarta hampir dari semua daerah di Indonesia. Baik dari Sabang sampai Merauke. Jadi jangan kaget jika kamu sebagai perantau bertemu dengan orang yang memiliki asal daerah yang sama.

Berbicara mengenai Jakarta, maka tak akan ada habisnya. Kota ini seperti kata banyak orang, adalah sebagai kota 24 jam. Ia tak mengenal waktu, semua kegiatan terus berjalan. Dengan julukan seperti itu, membuat Jakarta memiliki sisi positif dan negatif. Positifnya adalah, ketika tengah malam, misalnya saat lapar, kita bisa membeli makan. Sebaliknya, jika tak ada hentinya, maka kota ini terlalu bising. Itulah contoh sederhananya.

Hal di atas adalah di dunia nyata. Bagaimana dengan di dunia maya? Ternyata sama saja, tak ubahnya dengan dunia nyata. Karena menurut website semiocast.com, Jakarta adalah kota plaing cerewet di twitter. Bahkan setiap detiknya terdapat 15 cuitan dari warga Jakarta. Bisa dibayangkan bukan, betapa cerwetnya orang-orang Jakarta.

Hal senada juga telah diulas pada website setara.net, yang berjudul “Indonesia Pengguna Twitter Terbesar Ketiga di Dunia”. Data tersebut baru di media sosial Twitter, belum ditambah di Facebook, Instagram dan media sosial lainnya. Bisa disimpulkan Jakarta ini terlalu berisik baik di dunia nyata maupun dunia maya. Meskipun jika ditilik dari tren sekarang, Twitter memang pelan-pelan ditinggalkan oleh orang Indonesia, dan banyak yang pindah ke instagram.

Belum cukup di dunia nyata mengenai kehidupannya yang 24 jam. Kita bisa melihat berita-berita di tv maupun online, bahwa mayoritas pemberitaannya adalah tentang hiruk pikuk di Jakarta.

Nah, mengulang judul artikel ini, setujukah Anda bahwa “Jakarta adalah Kota yang tak Pernah Mati?”

About the Author:

FULL TIME NETIZEN | Member of Setara Network & rajin menulis di Setara.net