3 Patung ini Terletak Di Pusat Keramaian Kendaraan Ibu Kota

3 Patung ini Terletak Di Pusat Keramaian Kendaraan Ibu Kota

By |2017-10-30T17:28:58+00:00Oktober 19th, 2017|Pendidikan|0 Comments

Tinggal di Jakarta pasti Sahabat Blogger sering kali mengalami keemacetan. Di Jalur – jalur utama Ibu Kota, Sahabat pastinya sering memerhatikan lingkungan sekitar ketika terkena macet. Nah, Coba kenali tiga patung berikut jika kalian melewati kawasan berikut!

Tugu Tani

Patung Tugu Tani

Patung Tugu Tani

Tugu yang dibangun pada tahun 1963 ini berada di wilayah Jakarta Pusat, tepatnya di daerah Menteng, Kebon Sirih. Tugu ini awalnya disebut Patung Pahlawan. Pembuatnya merupakan orang Rusia bernama Matvey Manizer dan Ossip Manizer. Tugu ini sebenarnya menggambarkan sesosok ibu yang merelakan anaknya untuk pergi menuju medan perang. Sosok Ibu tersebut terkesan menggunakan caping, sehingga nampak seperti seorang petani, karena itulah masyarakat menyebutnya Tugu Tani.

 

Ketika Tahun 1963, Presiden Soekarnolah yang meresmikan keberadaan patung ini. Terdapat Plakat di patung ini yang berbunyi “Hanya Bangsa yang menghargai pahlawan – pahhlawannya dapat menjadi Bangsa yang besar”

 

Monumen Patung Dirgantara

Patung Dirgantara

Patung Dirgantara

Patung satu ini merupakan simbol kedirgantaraan. Bapak Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno merupakan pemilik gagasan pertama pembuatan patung ini. Sang Presiden terinspirasi Yuri Gugarin, seorang Kosmonaut Rusia yang pertama kali ke luar angkasa. Patung yang lebih dikenal dengan Tugu Pancoran ini dikerjakan kurang lebih satu tahun (1964-1965) dan kemudian diresmikan oleh Preseden Soekarno pada tahun 1966.

Patung yang berada di kawasan Pancoran Jakarta Selatan ini keseluruhannya dibiayai oleh Presiden Soekarno dengan menjual mobil pribadinya dan dikerjakan Keluarga Arca dari Jogjakarta dipimpin langsung oleh Edhi Sunarso untuk proses pemahatannya. Sementara itu, I Gardono yang merupakan Artistik Dekoratif Jogjakarta memimpin proses pengecorannya.


Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman

Patung Jenderal Sudirman

Patung Jenderal Sudirman

Patung ini dibuat oleh Soenario, seorang Dosen yang juga merupakan seniman ITB Bandung. Soenario membangung patung ini dengan menghabiskan anggaran sebesar APBD 3,5 Milyar. Terbuat dari perunggu, patung ini  memiliki ketinggian 12 meter dan berat kurang lebih 4 ton.

Patung ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso meskipun saat peresmiannya banyak kontroversi. Patung yang berada di kawasan Setia Budi, Jakarta Pusat ini diresmikan pada tahun 2003.

Di monumen patung ini juga terdapat pelakat , diambil dari kata – kata Sang Jenderal yang berbunyi “Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku ini, tetapi jiwaku dilindungi oleh Benteng Merah Putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapu lawan yang ku hadai”

About the Author: